Entri Populer

Senin, 30 April 2012

Faktor-Faktor Yang Menentukan Jenis Kelamin Pada Bayi
Label: jenis kelaminbayi.
“Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja.” Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Bisa!
Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat menentukan jenis kelamin pada calon buah hati Anda, diantaranya:
1. Faktor makanan
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam, mineral kalium dan natrium.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium (lihat jenis makanan diatas).
2. Faktor waktu (kapan berhubungan)
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 2–3 hari sebelum ovulasi (masa subur). Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Waktu berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya.
Bagaimana mengetahui periode masa haid? Pada saat temperatur atau suhu tubuh meningkat. Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record dan alatnya dapat dibeli di apotek-apotek.
3. Faktor penetrasi
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Suami harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Suami disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam pada saat berhubungan, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.
4. Faktor Orgasme
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Upayakan istri dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan.
5. Faktor persiapan istri
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Sebelum coitus, basuh vagina dengan 2 sendok makan larutan white vinegar/cuka yang sudah dicampur dalam 1 liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda kue yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih, sehingga suasana menjadi basa.
6. Faktor posisi
* Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Disarankan posisi waktu berhubungan adalah yang klasik/berhadapan yaitu, posisi istri di atas suami sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim.
* Jika menginginkan bayi laki-laki
Posisi suami pada waktu berhubungan berada di atas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).

Mithe Malin Deman



 Cerita Malin Deman



Raja Gombang Malin Dewa berputra seorang bernama Malin Deman. Pada suatu hari Malin Deman bermimpi disuruh pergi ke hulu sungai  Muar. Di situ ia tinggal bersama Nenek Kabayan tua. Tidak jauh dari rumah Nenek Kabayan ada sebuah tasik (danau kecil di,kaki gunung atau kaki bukit) tempat ketujuh, putri kayangan bersiram (mandi-mandi).



Pada suatu hari Putri Bungsu mendesak kakak-kakaknya supaya mereka turun ke Tasik untuk mandi-mandi. Kakaknya melarang sebab bukan waktunya untuk mandi-mandi dan ayah mereka akan marah. Tetapi Putri Bungsu di kayangan mendesak juga. Dikatakannya bahwa kepalanya pusing dan hanya akan sembuh bila mandi di tasik dekat pondok Nenek Kabayan. Karena alasan itu maka berangkatlah mereka ke bumi menuju tasik tersebut menggunakan baju songsong barat (selendang untuk terbang).



Sedang asyik mereka mandi, secara diam-diam Malin Deman mengintai di balik sebatang pohon, dan dengan ranting kayu diambilnya satu di antara baju songsong barat itu.



Setelah puas berkecimpung mandi di tasik, naiklah putri-putri itu ke darat, pinggir tasik, mengenakan pakaian masing-masing. Ternyata baju terbang kepunyaan Putri Bungsu tidak ada. Dengan cemas mereka mencari ke sana kemari, tapi tetap tidak dapat ditemukan. Karena hari sudah senja terbang-pulanglah saudara-saudaranya dan tinggallah Putri Bungsu sendiri di pinggir tasik, menangis ketakutan. Kesempatan itu dipergunakan Malin Deman untuk memikat hati sang putri yang cantik. Dibujuknya Putri Bungsu untuk pulang bersama-sama. Karena tidak ada pilihan lain bagi Putri Bungsu, maka ajakan Malin Deman itu diterimanya dan ia mengikuti Malin Deman pulang ke Bandar Muar. Di sana mereka dinikahkan secara resmi dan terjalinlah rasa cinta kasih antara keduanya. Pernikahan dilaksanaakan selama tujuh malam, pada malam hari perhelatan di isi oleh tarian yang di tarikan oleh kakak beradik putri bungsu yang turun ke bumi menghadiri perhelatan adiknya, mereka berenam dan putri bungsu (menjadi tujuh penari) menari dengan anggun, di iringi oleh edap (kepakan burung elang) dan sunai (seruling dari buluh perindu), tarian ini akhirnya dinamakan gandai ( saat ini di sebut tari gandai )



Setelah setahun menikah, mereka mendapatkan seorang putra yang mereka beri nama Malin Dewana. Kelahiran Malin Dewana mereka rasakan sangat membahagiakan. Tetapi

kemudian terjadi perubahan pada Malin Deman. Ia tidak menampakkan kasih sayang lagi kepada istrinya, Putri Bungsu. Tinggallah Putri Bungsu berhari-hari dalam kesedihan.



Suatu hari ketika ia melihat-lihat barang dalam lemari pakaian, terlihatlah olehnya baju songsong barat yang hilang beberapa tahun yang lampau. Segera didukungnya Malin Dewana, dikenakannya selendang terbang dan terbanglah ia pulang ke negeri ayahnya di atas kayangan.



Dicarinya Putri Bungsu ke hulu sungai Bandar Muar kalau-kalau ada di pondok Nenek Kabayan, Nenek Kabayan mengatakan bahwa sejak Malin Deman tidak pernah pulang putri-putri kayangan mandi di tasik dekat pondoknya. Malin Deman menyesal atas kelengahannya sehingga menyebabkan istrinya pulang ke kayangan.



Melihat kesedihan Malin Deman, akhirnya Nenek Kabayan menasihatkan supaya Malin Deman minta pertolongan kepada Putri Terus Mata yang mempunyai alat terbang. Putri Terus Mata mau meminjamkan alat terbang kepada Malin Deman dengan syarat supaya Malin Deman mau menikah dengan dia setelah pulang dari kayangan.



Setelah sampai di kayangan Malin Deman bertambah gusar, karena ternyata Putri Bungsu akan dinikahkan dengan Mambang Molek. Dicarinya upaya agar dapat membinasakan Mambang Molek. Dalam peristiwa adu ayam Malin Deman dapat membinasakan Mambang Molek yang sebelumnya telah menghina dia. Para saksi melihat bahwa Molek-lah yang sebenamya mendahului kerusuhan itu.



Malin Deman ditangkap dan dihadapkan kepada raja, untuk dihukum. Dalam keadaan terbelenggu di rumah raja, Malin Deman berkesempatan berjumpa dengan istrinya, yang sebenarnya tetap setia kepadanya. Putri Bungsu dengan gembira segera memberitahukan kepada ayahnya bahwa pesakitan adalah suaminya sendiri, ayah Malin Dewana. Karena memang bukan dia yang bersalah, maka Malin Deman dibebaskan dari hukuman. Untuk menyambut menantunya itu, ayah Putri Bungsu mengadakan perayaan, meresmikan dan merestui pernikahan Putri Bungsu dengan Malin Deman.









By Yan Zhu